BPOM Kota Semarang Musnahkan 5.850 Jamu Ilegal

  • Bagikan
Barang bukti yang di sita oleh BPOM Kota Semarang,Kamis, (23/6/2022).(dok:ist)

Djonews.com, SEMARANG  – Setidaknya 2.657 dus yang berisikan 5.850 sachet jamu dan obat tradisional ilegal di musnahkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang. Barang ilegal tersebut didapat dari hasil penindakan sejak Januari hingga Mei 2022.

Kepala BPOM Semarang, Sandra M.P Linthin, mengungkapkan barang ilegal yang disita merupakan hasil dari campuran bahan kimia yang berbahaya yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Oleh oknum-oknum ini menambahkan bahan kimia obat ke dalam Jamu ini supaya efeknya menjadi cespleng. Bahkan melebihi dari obat yang diberikan dari dokter. Dosisnya bisa tiga sampai empat kali di atas dosis dokter,” kata Sandra.

Pihaknya menjelaskan, jika barang ilegal tersebut terus dikonsumsi oleh konsumen akan berakibat fatal bagi ginjalnya.

“Memang cespleng tapi dua sampai tiga tahun kemudian dapat menyebabkan risiko gangguan kesehatan salah satunya adalah gagal ginjal. Jumlah penderita gagal ginjal di Indonesia semakin banyak. Ini salah satunya adalah karena menggunakan jamu yang ditambahkan kimia obat,” jelas dia.

Ia menyebut, ribuan jamu yang dimusnahkan hari ini merupakan hasil penindakan di Kabupaten Batang dan Kota Semarang. Ada tiga tersangka diamankan.

“Rincian produk dari ketiga Tersangka ini, disita obat tradisional sebanyak 182 item atau 2.657 dus dan 5.850 sachet dengan nilai ekonomis sebesar Rp 230 juta,” lanjut dia.

Lebih lanjut, sampai Mei 2022, BPOM Kota Semarang telah menangani enam perkara dengan total enam tersangka. Kasus dengan total nilai kerugian mencapai Rp 873 juta itu tersebar di Batang, Semarang, Salatiga, Kudus dan Tegal.

“Kita kenakan pasal undang undang kesehatan, 36 Tahun 2009, pasal 196 dan pasal 197, dengan dengan Rp 1,5 sampai Rp 2 miliar,” tutup Sandra.(Eko Sujatno)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *