Cegah Penculikan, Kepolisian Perlu Giatkan Patroli Keliling

  • Bagikan
Lokasi yang diduga menjadi terjadinya penculikan anak di wilayah Gemah, Pedurungan, Kota Semarang, Selasa (31/01/2023).(Dok: ist)

Djonews.com, SEMARANG – Nyari menjadi korban penculikan seorang anak perempuan yang masih kelas 5 SD di Pedurungan, Kota Semarang akhirnya selamat. Korban dibujuk oleh dua orang dewasa yang tidak dikenalnya dengan iming-iming permen.

Kriminolog Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Bambang Joyo Supeno mengutarakan, jika aparat penegak hukum supaya memberikan keamanan untuk anak sebagai skala prioritas. Seperti mengupayakan adanya patroli keliling.

“Kasus penculikan meski terjadi hanya satu atau dua kasus itu meresahkan masyarakat, berbeda dengan kasus korupsi mau miliaran rupiah tidak terlalu meresahkan,” ujarnya, Selasa (31/01/2023).

Menurutnya, penculikan anak dilakukan untuk dimanfaatkan tiga hal yakni perdagangan orang, pemanfaatan sosial ekonomi seperti dijadikan pengemis,  hingga dimanfaatkan organ tubuhnya.

Artinya, kasus penculikan dapat terjadi didorong oleh kebutuhan ekonomi.  Apalagi kondisi ekonomi saat ini yang sedang anjlok. Bilamana menelusuri faktor lain kecil kemungkinan terjadi misal dari faktor kejiwaan maupun biologis.

“Semuanya bermuara pada kebutuhan ekonomi pelaku,” terangnya.

Ia menilai, anak lingkungan perkotaan yang paling rentan menjadi sasaran penculikan adalah anak sekolah SD yang berangkat dan pulang sekolah tanpa pengawasan orangtua.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *