Dikeroyok Hingga Disebut Maling, Karyawan Alfamart Pamularsih Babak Belur

  • Bagikan
Tiga pelaku pengeroyokan terhadap seorang pegawai Alfamart di Semarang dihadirkan dalam jumpa pers Polsek Semarang Barat, Jumat (29/12/2023)

Berita.Djonews.com, SEMARANG  –  Seorang karyawan Alfamart Pamularsih berinisial MM (22) babak belur dihajar dua orang pelaku di Jalan Sri Kuncoro, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kota Semarang pada Rabu (27/12/2023) sekira pukul 23.30 WIB.

Kejadian bermula ketika itu korban MM pulang dari tempat ia bekerja ke tempat kos korban. Sesampainya di Jalan Sri Kuncoro Kota Semarang. Korban kesulitan untuk membuka portal yang telah digembok. Melihat hal tersebut, datanglah Haris Bima (35) dan Moch Himawan (35) yang membantu membukakan portal.

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Andre Bachtiar mengungkapkan usai dibantu oleh dua orang pelaku tersebut, kemudian pelaku meminta uang senilai 50 ribu kepada korban.

“Pelaku menanyakan kepada korban ‘bisa tidak’. Korban menyerahkan kunci kepada pelaku dan pelaku membuka. Nah, karena merasa berjasa ini lah pelaku minta uang, namun karena korban tidak mau memberi, akhirnya korban dikeroyok,” jelasnya, Jumat (29/12/2023).

Setelah dipukuli oleh para pelaku, korban akhirnya lari dan pelaku turut mengejar korban dengan meneriaki maling.  “Korban ini juga teriak begal, agar ada warga yang mendengar korban,” lanjutnya.

Andre menambahkan, kedua pelaku ini menangkap korban di Jalan Sri Rejeki Utara, lalu kembali memukuli korban. Di sana, korban dikeroyok oleh dua pelaku bersama satu teman pelaku yang berada di lokasi bernama Galih (32). Para pelaku menyebut korban sebagai pencuri.

“Pelaku melakukan kekerasan secara bersama-sama kepada korban dengan cara memukul dengan menggunakan tangan kosong, menendang dengan kaki dan menginjak-injak,” kata Andre.

Hingga akhirnya ada polisi yang sedang berpatroli lalu melerai aksi pengeroyokan itu. Para pelaku langsung ditangkap. Korban juga diamankan oleh polisi dan langsung dibawa ke rumah sakit.

“Kemarin sempat dirawat di RS sehari, kemudian sekarang sudah pulang,” lanjut Andre.

Akibat kejadian tersebut, polisi menetapkan tiga orang tersebut sebagai tersangka. Ketiganya dijerat dengan Pasal 170 KUHP.(MAN)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *