Disdag Kota Semarang Lakukan Pengukuran Ulang Lapak

  • Bagikan
Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan koordinasi dengan pedagang yang akan menempati SCJ pada Kamis (22/6/2023).(Dok: ist)

Berita.Djonews.com, SEMARANG –  Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang melakukan evaluasi ukuran lapak yang pada pada Rabu (21/6/2023) lalu  sempat dilakukan pengukuran. Hal ini untuk penataan pedagang ke Shopping Center Johar (SCJ).

Plt Kepala Disdag Kota Semarang, Fajar Purwoto mengungkapkan jika beberapa waktu lalu sudah dilakukan rapat dan telah disepakati dengan ukuran lapak di SCJ 1,5 x 2 meter.

“Ada masukan dari beberapa tokoh yang menilai ukuran tersebut terlalu kecil. Kemudian, Disdag melakukan mapping atau pemetaan dengan ukuran 2×3 meter,” katanya, Kamis (22/6/2023).

Ia menambahkan dengan ukuran tersebut jumlah lapak menjadi berkurang dari semula lantai 1 seharusnya 221 lapak menjadi 110 lapak. Sedangkan, lantai 2 dari semula semestinya sekitar 300 lapak menjadi 174 lapak.

Padahal, jumlah pedagang yang hendak memasuki SCJ hampir 600 orang. Jumlah itu sudah termasuk pedagang lama yang berada di SCJ.

“Sehingga, kurang. Ini kami rapatkan. Biasa terjadi debat. Masing-masing ingin difasilitasi. Kenapa tidak mau di lantai 3 dan 4?,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran lapak 1,5 x 2 meter memang terbilang kecil. Pihaknya akan kembali mengevaluasi ukuran lapak dan akan merapatkan lagi pada pekan depan untuk mencari solusi terbaik dalam penataan.

Dia meminta tidak ada provokator dalam penataan pedagang ke SCJ. Dia pun mengaku geram kepada beberapa pihak yang meminta difasilitasi namun saat dimintai data nama pedagang justru tidak ada.

Fajar menegaskan, Disdag memberlakukan sama bagi semua pedagang dalam penataan. Tak hanya pedagang Johar, pedagang SCJ juga diminta mendaftar di e-pandawa, sistem yang dimiliki Disdag.

Terkait tidak dilakukannya pembongkaran di SCJ, pihaknya beralasan karena anggaran pembongkaran dan pembangunan kembali kios maupun los berada di Dinas Tata Ruang (Distaru). Di sisi lain, jika dilakukan pembongkaran, dikhawatirkan akan terjadi keos.

“Pihak ketiga sudah menyerahkan ke kami kaitan kios, listrik, air. Sehingga, itu bisa aktivitas. Pedagang bisa berusaha. Seandianya listrik air dimatikan seperti apa kondisi SCJ. Pasti akan tambah ramai,” ujarnya.(Putra Janoko)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *