Dua Saksi Penganiayaan Ketua PPS Mangkir

  • Bagikan
Kapolres Demak, AKBP Muhammad Purbaja .(Dok: ist)

Berita.Djonews.com, DEMAK – Polres Demak melakukan penyelidikan terkait kasus penganiayaan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Setidaknya terdapat dua saksi yang dipanggil namun tidak datang.

Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Winardi mengatakan, laporan dugaan kasus penganiayaan yang dialami oleh Arifin, Ketua PPS Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak, masih dalam penyidikan.

“Masih kami sidik (laporan penganiayaan), Kemarin hari jumat kami sudah melakukan panggilan terhadap dua orang saksi. Tapi mereka tidak datang,” kata Kasatreskrim melalui pesan singkatnya, Senin (15/5/2023).

Namun demikian, Kasat Reskrim belum mengungkapkan siapa saja dua orang saksi yang dipanggil tersebut. “Rencananya hari Selasa (16/5/2023), kita akan lakukan panggilan kedua,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Demak, Akbp Muhammad Purbaja, menyampaikan, kasus penganiayaan yang dialami oleh Ketua PPS Desa Wonokerto, yang diduga dilakukan oleh perangkat desa sudah dalam penanganan Satreskrim.

“Kami akan dalami dan akan panggil semua saksi. Selain itu, kami masih menunggu hasil visum pihak rumah sakit, terkait penyeban pasti luka luka yang dialami oleh korban,” ungkap Kapolres Demak.

Selain itu, Purbaja juga menyampaikan bahwa pihaknya akan bertindak tegas dan memproses kasus tersebut.

“Kami akan lakukan panggilan terhadap terlapor dan juga saksi saksi. Kalau yang bersangkutan tidak mau datang, kita akan lakukan upaya paksa,” tegas AKBP Purbaja.

Kasus penganiayaan menimpa Arifin, Ketua PPS Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, terjadi pada Senin (8/5) malam. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami sejumlah luka lebam dan sempat mendapat perawatan di rumah sakit.(Kushermanto)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *