EO Abal-abal Tipu Siswa SMA Masehi 2 Semarang, Rugi Jutaan Rupiah

  • Bagikan
Sepuluh siswa dari SMA Masehi 2 PSAK Kota Semarang melapor ke Polrestabes Semarang, Jumat (19/5/2023).(Dok: ist)

Berita.Djonews.com, SEMARANG – Mengaku bekerja di Glory Entertainment pelaku bernama Irawan melakukan penipuan kepada 10 siswa SMA Masehi 2 PSAK Semarang.

Para siswa tersebut menjadi korban penipuan dan pencurian dengan modus Event Organizer (EO) abal abal  untuk menjadi peserta pentas seni yang akan digelar di Kodam IV/Diponegoro, pada Sabtu (20/5).

Kepala SMA Masehi 2, Netty mengungkapkan pelaku saat itu menghubungi pihak sekolahan untuk  mengirimkan 12 siswanya pada hari Selasa (16/5).

“Pada Selasa itu, pelaku WA, kemudian datang langsung ke sekolah. Pelaku ngaku dari Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Semarang, nyari 12 siswa untuk mengikuti acara pentas seni di lapangan Kodam IV. Untuk pakaian, makeup, dan makan, sudah disediakan dari EO,” kata Netty, Jumat (19/5).

Pihaknya menambahkan jika para kesepuluh siswa tersebut juga diminta untuk mengisi biodata. Kemudian pada hari Rabu (17/5), pelaku datang lagi dan mengajak para siswa tersebut untuk latihan di salah satu ruang sekolah.

“Pada Kamis (18/5), ternyata pelaku ngajak para siswa untuk berlatih, padahal kemarin libur. Karena untuk pentas, saya persilakan,” tambah Netty.

Namun, Netty tidak mengetahui kalau para siswanya tersebut diajak ke sebuah salon, untuk dimakeup lengkap dengan kostum.

“Sebelum berangkat ke salon, semua barang berharga seperti HP, dompet, perhiasan diminta pelaku dikumpulkan dalam satu tas. Dan tas itu kemudian dibawa pelaku,” teran Kepala SMA Masehi 2.

Sementara itu, seorang siswa yang menjadi korban, Bagas Adi Nugroho menyebut pelaku membawa kabur HP dan motornya.

“Saat dibawa ke salon kan pelaku tidak bawa motor. Kita naik mobil dari Pak Irawan itu. Dari salon kemudian kita ke Kodam, ternyata gak ada acara apa-apa. Pak Irawan juga gak datang,” ujar Bagas.

Sadar telah menjadi korban penipuan, para siswa kemudian mengadu ke pihak sekolah. Atas kejadian tersebut, total kerugian yang dialami para siswa yakni 11 unit HP, Uang Jutaan Rupiah dan beberapa perhiasan emas.

Hingga saat ini,  kasus tersebut masih dalam penyelidikan Tim Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Semarang.(Muhammad Aries Nugroho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

adplus-dvertising