Masih di Bayangi Kemiskinan Ekstrim, Pemkab Semarang Luncurkan Program

  • Bagikan
Saling berkoordinasi anatar lembaga untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Semarang, Kamis (22/6/2023).(Dok: ist)

Berita.Djonews.com, KABUPATEN SEMARANG  – Sebanyak 27.444 Kepala Keluarga (KK) atau 94.953 jiwa warga yang berkategori miskin ekstrem telah terdata di wilayah Kabupaten Semarang. Tentu, hal tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Barenlitbangda) Kabupaten Semarang, Muh Muslih menyebut dari data Kemenko PMK jumlah kemiskinan ekstrim mencapai 78.962 KK atau 279.705 jiwa.

“Melalui sejumlah program pengentasan kemiskinan yang telah digulirkan, angka kemiskinan ekstrim terus mengalami penurunan, dan menjadi 27.444 KK atau mencapai 94.953 jiwa, Ini berdasarkan hasil verifikasi TKPK Kabupaten Semarang,” katanya pada peluncuran program Gerakan Terpadu Sinergi dan Kolaborasi Penanggulangan Kemiskinan (Gardu Serasi Nangkis), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, di Ungaran

Menurutnya, dengan adanya program yang telah dirancang diperuntukkan bagi percepatan penuntasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Semarang. Program ini akan memilah apa saja yang menjadi kebutuhan keluarga sangat kurang mampu.

 “Kita sudah memiliki data keluarga miskin ekstrim per nama dan alamat, nantinya dipilah kebutuhan mereka guna mengentaskan dari problem kondisi sosial ekonomi tersebut,” jelas Muslih.

Program itu juga akan menyusun peta spasial wilayah padat keluarga miskin. Peta online itu memuat titik koordinat dan atribut data kuantitatif. Sehingga bakal memudahkan instansi terkait mengetahui lokasi sasaran penyaluran bantuan.

Sementara itu, Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha mengatakan kemiskinan memang masih menjadi masalah utama pembangunan di daerahnya, tak terkecuali dengan kemiskinan ektrim. Penanganannya harus sistematis, terpadu, dan menyeluruh dengan tetap memenuhi hak- hak dasar warga kurang mampu.

“Baik bagi Pemkab Semarang maupun mitra pembangunan lainnya untuk penanggulangan kemiskinan dan menekan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Semarang,” jelas dia.(Fauzi Rohmat)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *