Pelaku Penembakan Istri TNI di Sidangkan

  • Bagikan

Djonews.com, SEMARANG –  Empat pelaku eksekutor percobaan menghilangkan nyawa seseorang yang merupakan istri TNI bernama Rina Wulandari, 34 mulai di sidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Jaksa Penuntut Umum Gilang Prama Jasa dalam sidang mengatakan, keempat terdakwa merupakan suruhan dari suami korban, yakni almarhum Kopda Muslimin.

Keempat eksekutor tersebut masing-masing Sugiono alias Babi warga Kabupaten Demak, Ponco Aji Nugroho warga Semarang, Supriyono alias Sirun warga Semarang, dan Agus Santoso alias Gondrong warga Kabupaten Magetan.

Dalam dakwaannya, jaksa mengungkapkan, percobaan pembunuhan itu berawal dari permintaan Kopda Muslimin terhadap para terdakwa untuk menghabisi istrinya. Muslimin mengaku sudah tidak betah bersama istrinya dan memberi tawaran untuk menghabisi nyawa istrinya dengan upah Rp 120 juta.

”Tawaran tersebut kemudian disanggupi terdakwa Agus Santoso dan Sugiono,” ujar Gilang dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Yogi Arsono tersebut.

Untuk melancarkan aksinya, terdakwa Agus Santoso kemudian membeli sepucuk pistol beserta enam peluru dengan harga Rp 3 juta.

Upaya menghilangkan nyawa terhadap Rina Wulandari dilakukan keempat terdakwa pada 18 Juli di depan rumah korban di Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang.

Dalam tindak pidana tersebut, terdakwa Sugiono sebagai eksekutor yang bertugas menembak korban melepaskan dua tembakan ke bagian perut Rina Wulandari.

Para pelaku yang mendapat perintah langsung dari Muslimin melalui komunikasi telepon seluler sempat diperintah menembak bagian kepala, setelah tembakan pertama hanya mengenai perut.

Dari eksekusi percobaan pembunuhan itu, terang Gilang, para pelaku masing-masing Sugiono, Ponco Aji Nugroho, dan Supriyono memperoleh bagian Rp 24 juta, sedangkan terdakwa Agus Santoso memperoleh Rp 30 juta.

Perbuatan para terdakwa dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Atas dakwaan tersebut, keempat terdakwa yang menjalani sidang secara daring tidak akan mengajukan tanggapan dan meminta sidang dilanjutkan dengan pembuktian.(Muhammad Aries Nugroho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *