Pembangunan Penanggulangan Banjir Bakal Rampung

  • Bagikan
Plt. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu ketika meninjau lokasi pembangunan proyek penanggulangan banjir, Kamis (27/10/2022).(dok: Prasetyo)

Djonews.com, SEMARANG – Normalisasi Sungai Beringin dan pembangunan sheet pale Tambak Lorok terus dipercepat. Hal tersebut merupakan tuntutan Pemkot Semarang untuk menanggulangi banjir.

Plt. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menegaskan bahwa dua proyek tersebut sangat mendesak dan perlu segera diselesaikan.

“Untuk Sungai Beringin, kemarin memang ada kendala pembebasan lahan. Ada yang sertifikatnya hilang, atau ahli warisnya nggak ketemu, tapi saya tekankan kendala akan klir dan terus berproses,” katanya Kamis (27/10/2022).

Mbak Ita menegaskan apapun masalah yang dihadapi proyek harus terus berjalan. Mbak Ita menginginkan proyek normalisasi Sungai Beringin dipastikan tetap rampung pada Desember tahun ini.

Menurutnya, kendala yang ada saat ini tengah diselesaikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali – Juana.

“Tentu jadi program prioritas yang harus dilakukan percepatan, jika kendala selesai, maka proyek akan bisa rampung tepat waktu,” tuturnya.

Proyek yang mendesak dilakukan percepatan lainnya adalah pembangunan sheet pale di Tambak Lorok. Menurutnya, pembangunan tersebut harus segera dilakukan agar banjir dan rob di wilayah Genuk, Semarang Timur dan Semarang Utara ini bisa rampung.

“Kemarin informasi dari BBWS sudah ada pemenang lelang, jadi harapan kita segera dibangun agar banjir dan rob di wilayah ini bisa dientaskan,” tuturnya.

Program kerja atau pembangunan lainnya, lanjut Mbak Ita sudah sesuai dan mengikuti program dedicated yang akan dikembangkan.

“Program dedicated sudah mulai berjalan, nanti akan terus dikembangkan,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe Liluk Winarto, mendesak Pemkot Semarang untuk menyelesaikan permasalahan dua proyek pengentasan banjir dan rob di Kota Semarang.

“Dua proyek ini perlu diselesaikan, apalagi dari pengalaman sebelumnya banyak wilayah yang terdampak, karena banjir dan rob,” tambahnya.

Jika perlu dilakukan sosialisasi, lanjut Liluk , Pemkot perlu menggencarkan sosialisasi. Tujuannya agar proyek pembangunan selesai tepat waktu, dan luasan wilayah banjir dan rob bisa ditekan.

“Dua proyek ini, tentu sangat dinantikan warga agar bisa rampung secepatnya. Kalau memang perlu dilakukan sosialisasi, amdal dan lainnya, harus segera dilakukan. Tujuannya agar warga tidak menjadi korban lagi,” pungkasnya.(Prasetyo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *