Polres Semarang Tangkap Pebalap Liar, Resahkan Warga

  • Bagikan
Kasatlantas Polres Semarang, AKP Arpan Bachri ketika memberikan konferensi pers pengungkapan kasus balap liar di Kabupaten Semarang, Selasa (24/10/2023).(Dok: ist)

Berita.Djonews.com, KABUPATEN SEMARANG –  Aksi balap liar yang berada di wilayah Ungaran sudah sangat meresahkan karena mengganggu pengguna jalan serta warga di sekitar lokasi balap liar.

Meskipun sering dilakukan razia dan telah diberikan efek jera, aksi balap liar masih sering dilakukan Satlantas Polres Semarang melakukan penindakan tegas dengan menahan 75 sepeda motor dan 95 orang pengendara.

Kasatlantas Polres Semarang, AKP Arpan Bachri mengungkapkan pihaknya tidak akan pernah berhenti untuk menindak aksi balap liar di jalan raya.

“Yang cukup memprihatinkan dari para pengendara yang diamankan dari jalan protokol di Kota Ungaran tersebut ini mayoritas masih bertatus pelajargai pelajar dan beberapa di antaranya merupakan pengendara anak,” katanya, di Mako Satlantas Polres Semarang, Selasa (24/10/2023).

Dari ke 75 sepeda motor yang telah diamankan, ditemukan 11 sepeda motor yang sudah tidak sesuai dengan spek teknisnya karena telah dimodifikasi.

“Ada yang ‘protolan’ dan tidak menggunakan lampu serta perlengkapan kendaraan lainnya, ada yang sudah diganti jenis mesin kendaraan lain dan bahkan juga ada yang tidak menggunakan rem,” lanjutnya.

Selain itu juga ada tujuh kendaraan yang menggunakan knalpot brong. “Ini yang menjadi atensi kami, karena faktor- faktor inilah yang sering memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas dan tidak jarang megakibatkan fatalitas,” jelas dia.

Sebagai efek jera, masih kata kasatlantas, seluruh kendaraan yang diamankan ini masih ditahan dan kendaraan baru akan dikembalikan jika pemilik memasang kembali perlengkapan kendaraannya sesuai dengan speknya.

Selain itu pemilik kendaraan juga harus bisa menunjukkan surat- surat kelengkapan kendaraan yang sah. Sedangkan bagi pengendara yang masih di bawah umur, pengambilan kendaraan harus dengan orang tua masing-masing.

“Untuk pengendara yang masih di bawah umur, pada saat pengambilan kendaaannya juga diwajibkan membuat surat pernyataan dan kesanggupan untuk tidak mengulangi kembali aksi balap di jalan raya,” tutup Arpan Bachri.(FAZ)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *