Preteli Mobil Guna Hilangkan Barang Bukti Usai Tabrak Pejalan Kaki

  • Bagikan
Mobil pelaku yang sempat dipreteli oleh pelaku untuk menghilangkan barang bukti, Kamis (4/5/2023) .(Dok: ist)

Berita.Djonews.com, SEMARANG – Seorang pemuda bernama Kevin Meikacandra (26) harus berurusan dengan pihak kepolisian Satlantas Polrestabes Semarang karena menabrak seorang pejalan kaki hingga jatuh tak bernyawa di depan Pasar Bulu, Semarang pada Kamis (4/5/2023) kemarin.

Pelaku merupakan warga Karanggondang, Mlonggo Kabupaten Jepara ditangkap karena menabrak korban Mohson (50). Warga asal Kabupaten Demak.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang AKP Adji Setyawan mengatakan pelaku mengantuk saat mengendarai mobil sehingga tidak sengajak menabrak korban. Bukannya menolong korban, pelaku malah melarikan diri dengan  menghilangkan jejak barang bukti.

“Pelaku sempat melarikan diri tapi di lokasi kejadian tertinggal pelat nomor kendaraan pelaku, pelat G 1778 KC, pelaku juga mempreteli bodi mobilnya yakni Avanza warna putih,” katanya, Jumat (5/5/2023).

Ia menambahkan, melalui pelat nomor kendaraan pelaku, Satlantas Polrestabes Semarang langsung melakukan penyelidikan melalui aplikasi E-tilang, ternyata mobil sudah berpindah tangan tiga kali.

Mulanya mobil beralamat di daerah Batang hingga pemilik terakhir terdeteksi di Boja, Kendal. Pemilik terakhir merupakan pengusaha rental mobil.

Dari keterangan pemilik rental mobil diketahui mobilnya tengah dibawa rekannya sesama pemilik rental mobil.

“Pengemudi kemudian ditangkap kurang dari 8 jam. Mobilnya dimasukkan bengkel di Jalan Abdurrahman Saleh Semarang,” tandasnya.

Sementara itu, Kasubnit II Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Ipda Agus Tri Handoko mengatakan, kecelakaan tersebut bermula saat korban berada di tepi jalan lokasi kejadian.

Dari arah timur ke barat atau dari Tugu Muda ke Kalibanteng, korban ditabrak mobil tersangka. Tubuh korban terpental, meringkuk ditepi jalan penuh luka.

“Korban tabrak lari mengalami luka, cidera kepala, meninggal dunia di lokasi,” paparnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 312 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

“Sudah ditetapkan tersangka dan langsung di tahan, kami masukan ke sel,” tandasnya.(Haris Akbar Tanjung)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *