Usai Kerusuhan Antar Supporter, Terancam di Sanksi Berat dari Komdis PSSI

  • Bagikan
Kerusahan antar supporter PSIS Semarang dan PSS Sleman di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu (03/11/2023).(Dok: IST)

Berita.Djonews.com, SEMARANG  – Lanjutan BRI Liga 1 antara PSIS Semarang dan PSS Sleman berakhir ricuh. Kericuhan terjadi di 5 menit terakhir waktu normal. Akibat kericuhan tersebut  wasit memutuskan untuk tidak memainkan waktu injury time.

Kericuhan terjadi antara supporter PSS Sleman yang berada di tribun Barat dengan pendukung tuan rumah. Mereka terlibat aksi saling lempar.

Akibat aksi saling lempar itu, sejumlah penonton di tribun barat berlarian ke tengah lapangan untuk menghindari kericuhan tersebut.

Tampak salah satu penonton membawa anak kecil berlari menuju ke tengah lapangan untuk menghindari kericuhan itu.

Kericuhan tersebut juga menyebabkan para official PSIS Semarang dan PSS Sleman berlarian untuk masuk ke dalam lapangan.

CEO PSIS Semarang yaitu, Yoyok Sukawi mencoba untuk meredam kericuhan tersebut. Namun lemparan justru mengenai kepalanya.

Yoyok Sukawi, tampak didampingi oleh dua tim medis yang memberikan pertolongan pertama di bagian kepalanya.

Yoyok Sukawi harus menerima delapan jahitan di bagian kepala akibat dari kericuhan antar kedua suporter tersebut.

Sebelumnya, para pendukung tim tamu telah diimbau untuk tidak hadir di Stadion Jatidiri pada laga PSIS Semarang vs PSS Sleman.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *